FAQ tentang Rangka Atap Baja Ringan

konstruksi Rangka Atap Baja RinganRangka atap baja ringan, bisa dibilang menjadi salah satu wujud teknologi terkini dalam dunia konstruksi. Dengan hadirnya konstruksi atap baja ringan, diharapkan dapat menggantikan rangka atap kayu yang semakin sulit didapat karena illegal logging (penebangan liar) dan pembakaran lahan. Tidak butuh waktu lama, rangka atap baja ringan semakin ke sini makin menarik perhatian mereka yang bakal membangun rumah, kantor, pabrik, apartemen, atau bentuk konstruksi lainnya. Peran arsitek, kontraktor, dan pemborong bangunan pada dasarnya tidak terlepas dari kondisi ini. Mereka yang merekomendasikan kepada pemilik bangunan untuk menggunakan rangka atap baja ringan. Lebih detail tentang rangka atap baja ringan, silakan lanjut baca FAQ beserta jawabannya di bawah ini 😀

Apa saja keunggulan dan kelemahannya?

Kebocoran menjadi masalah yang rentan dihadapi pada sebuah bangunan. Penyebabnya karena atap genteng yang lengser, atap seng yang melayang diterpa angin, atap metal dengan teknik pemasangan yang tidak tepat, atau atap asbes yang retak. Kalau menggunakan rangka atap baja ringan, pelapukan karena air hujan tidak bakal terjadi. Kalau bangunan didirikan di area tebing yang rawan longsor, pemasangan rangka atap baja ringan cukup menguntungkan karena rangka atap baja ringan berbobot sekitar 6 kg untuk setiap per meter perseginya. Atas alasan ini, bobot rangka atap baja ringan tidak mempengaruhi pergerakan lahan. Hanya saja tetap, harus menggunakan dinding penahan tanah agar lahan tidak longsor. Setiap bangunan berpotensi mengalami kebakaran karena pemicunya bisa dari listrik. Rangka atap baja ringan sejatinya tidak akan membesarkan api akibat konsleting listrik.

Dibalik segala kelebihan rangka atap baja ringan, ada pula kelemahannya. Rangka atap baja ringan tidak fleksibel seperti kayu yang bisa dipotong atau dibentuk sesuai kebutuhan. Dalam pengerjaannya pun, rangka atap baja ringan harus dengan perhitungan yang matang. Salah perhitungan, kegagalan total yang bakal didapatkan. Makanya, rangka atap baja ringa harus dikerjakan oleh mereka yang handal dan berpengalaman sehingga lebih hemat waktu dan biaya karena pengerjaannya yang cepat serta berkualitas. Satu lagi, rangka atap baja ringan terlihat sangat ramai dan rapat sehingga terlihat kurang menarik jika di-expose.

Bagaimana menghitung biaya rangka atap baja ringan?

Menghitung biaya rangka atap baja ringan sebelum pemasangan penting dilakukan. Pertama, untuk mempersiapkan anggaran. Kedua, menjadi tolak ukur terhadap biaya yang ditawarkan oleh kontraktor atau tukang bangunan. Sebelum mulai membuat perhitungan, ada beberapa tindakan yang penting dilakukan sebagai berikut:

  • Menghitung luas atap, kemudian jadikan dalam bentuk satuan meter persegi
  • Mencari tahu harga tiap meter persegi yang ditawarkan kontraktor atau tukang bangunan
  • Mengetahui harga rangka atap baja ringan beserta tipe atap yang dipilih

Setelah semuanya sudah dilakukan, lakukan penghitungan biaya dengan menggunakan rumus sebagai berikut:

Biaya rangka atap baja ringan = (LA x HBR) + (LA x HPA)

Keterangan:

  • LA     : Luas atap yang telah diukur dalam satuan meter persegi
  • HBR : Harga rangka atap baja ringan per meter persegi
  • HPA  : Harga penutup atap per meter persegi

Ilustrasinya begini:

Anda memiliki luas atap yang telah diukur yakni 2 x 12 m x 3 m = 72 m2. Setelah melakukan survey harga rata-rata yang ditawarkan oleh pemasang rangka atap baja ringan untuk per meter persegi sekitar Rp 160.000, sedangkan harga untuk pemasangan atap sekitar Rp 95.000 per meter persegi. Dari data di atas, dapat diketahui anggaran yang harus Anda persiapkan untuk memasang rangka atap baja ringan melalui perhitungan berikut:

Biaya rangka atap baja ringan

= (LA x HBR) + (LA x HPA)

= (72 m2 x Rp 160.000) + (72 m2 x Rp 95.000)

= Rp 11.520.000 + Rp 6.840.000

= Rp 18.360.000

Jadi, anggaran yang harus disiapkan jika ingin menggunakan rangka atap baja ringan sekitar Rp 18.360.000.

By the way, kalau rangka atapnya dari baja ringan, kolomnya bisa gunakan H Beam. Silakan langsung cek ukuran dan harga besi H beam.

Halaman Depan Sempit, Bagaimana Solusinya?

Membeli tanah kavling, mengapa tidak? Harganya yang relatif terjangkau serta bisa dicicil menjadi dua keuntungannya. Selain memastikan tanah kavling bertekstur keras untuk meminimalisir pondasi yang tidak kokoh, punya prospek pembangunan untuk memastikan harga merangkak naik & memudahkan akses, punya sertifikat yang sah untuk menghindari penipuan uang, bukan tanah sengketa untuk menghindari konflik, dan kondisi lahan yang datar untuk mengurangi biaya penibunan & resiko longsor), jenis tanah kavling pun harus dipikirkan sebelum mencapai kata sepakat.

Kalau ingin halaman yang luas, bisa pilih tanah kavling dengan tipe corner lot. Namun, tingkat keamanannya terbilang riskan karena memiliki dua pintu masuk. Ingin lebih private dengan keamanan yang lebih terjaga bisa pilih tanah kavling dengan tipe interior lot karena lokasinya di tengah-tengah kavling lain. Hanya saja, halaman depan untuk kavling jenis ini terbilang sempit. Kendatipun demikian, Anda bisa menyiasati masalah ini dengan cara-cara berikut:

Halaman Depan Sempit2Biarkan tanpa pagar       

Selain untuk menjaga privasi, pagar bertujuan untuk meminimalisir pencurian. Itulah mengapa pemasangan pagar patut dipikirkan. Hanya saja, untuk halaman yang sempit kurang begitu dianjurkan pemasangan pagar. Mengapa? Suasana akan terasa semakin pengap terutama pagar yang digunakan adalah pagar beton. Agar tidak terlalu kosong, bisa tanam rumput Jepang, palem, bunga mawar, bunga lily, lidah buaya, atau lainnya. Selain memberikan kesejukan & menambah estetika eksterior rumah, terutama pohon palem dapat menangkal kebisingan serta bunga lily & lidah buaya yang dapat mengurangi polusi.

Gunakan tanaman vertikal         

Terutama Anda yang suka berkebun, halaman pasti ingin dimanfaatkan untuk tempat menanam sayur, bunga, buah, atau lainnya. Namun, bagaimana bisa berkebun kalau halaman depan saja sempit? Tidak perlu khawatir, saat ini ada beragam metode berkebun untuk lahan sempit salah satunya vertikultur atau menanam secara vertikal. Media yang digunakan untuk metode berkebun ini hanya pipa PVC atau batang bambu yang sebelumnya telah diberi lubang di bagian sisinya. Selain lebih hemat tempat, metode penanaman ini hemat air. Btw, botol plastik bekas minuman pun bisa digunakan untuk media tanam, di mana disusun secara vertikal agar hemat tempat.

Manfaatkan atap rumah

Memanfaatkan atap rumah, mengapa tidak? Sebelum pembangunan rumah di tanah kavling dengan jenis interior lot, bisa pikirkan untuk membuat atap rumah yang datar mengingat halaman depan sempit. Atap rumah yang datar bisa Anda jadikan taman bermain anak dengan catatan diberi pagar tinggi agar tidak membahayakan keselamatannya, tempat santai dengan meletakkan gazebo, atau bisa juga sebagai lahan untuk perkebunan. Berikut beberapa metode berkebun yang bisa dipertimbangkan:

  • Berkebun dengan memanfaatkan batang bambu atau pipa PVC yang dilubangi untuk menempatkan tanaman. Lebih hemat air dan tempat jadi kriteria metode berkebun ini. Vertikultur masih menggunakan tanah sebagai media tanam.
  • Jika atap rumah tidak ingin sering basah, bisa gunakan metode berkebun aeroponik. Aeroponik adalah berkebun dengan memanfaatkan styrofoam di mana di bawahnya adalah air yang ada unsur ada. Penyiraman tanaman bisa dengan sprinkler system.
  • Sama halnya dengan metode berkebun aeroponik, hidroponik pun tidak menggunakan tanah sebagai media tanah tapi air. Hanya saja, hidroponik menggunakan pipa PVC, batang pisang, atau lainnya. Metode berkebun ini sangat cocok jika memiliki pasokan air yang minim.

Semoga halaman depan yang sempit bukan lagi jadi kendala Anda 😀